Bayangkan sebuah kota di mana gedung-gedung tidak hanya berdiri megah, tetapi juga berbicara dengan penghuninya. Lampu menyala sesuai ritme aktivitas, sistem pendingin menyesuaikan suhu berdasarkan kenyamanan, dan energi yang digunakan berasal dari sumber terbarukan. Inilah gambaran nyata dari Era Teknologi 5.0.
Di era ini, teknologi bukan lagi sekadar alat, melainkan mitra manusia. AI membantu dokter mendiagnosis lebih cepat, IoE menghubungkan setiap perangkat untuk menciptakan ekosistem pintar, dan robot bekerja berdampingan dengan manusia, bukan menggantikannya.
Namun, Teknologi 5.0 bukan hanya tentang kecanggihan. Ia hadir untuk menjawab pertanyaan besar: Bagaimana teknologi bisa membuat hidup kita lebih manusiawi?
- Kesehatan: layanan digital yang lebih personal dan prediktif.
- Pendidikan: sistem belajar adaptif sesuai kebutuhan siswa.
- Lingkungan: energi hijau dan solusi berkelanjutan untuk masa depan bumi.
Indonesia pun punya peluang besar. Dengan smart city, smart building, dan ekonomi kreatif digital, kita bisa menjadikan Teknologi 5.0 sebagai pondasi peradaban baru yang berakar pada budaya lokal, namun berdaya saing global.