Mengembalikan jati diri bangsa bukan hanya tugas pemimpin baru

Mengembalikan jati diri bangsa bukan hanya tugas pemimpin baru

Mengembalikan jati diri bangsa bukan hanya tugas pemimpin baru. Kata itulah yang mungkin tepat untuk mengawali tulisan ini. Sebagaimana kita telah menyelesaikan pilpres dan pileg dengan aman. Seharusnya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi sebuah bangsa besar ini. Itu menunjukan bahwa Negara kita adalah negara yang mempunyai andil besar untuk dunia ini. Sekilas mengingat masa lalu, Sejarah besar bangsa kita. Dari jaman Majapahit, Sriwijaya, dan kerajaan-kerajaan besar lainya yang pernah menguasai nusantara ini. Jati Diri bangsa ini adalah sebuah negara nusantara yang besar.

Mengembalikan jati diri bangsaLalu ketika budaya tergilas jaman. Kekerdilan-kekerdilan cara berfikir segelintir orang dari bangsa kita. Dengan dalih perut atau kemiskinan. Dengan rela menggadaikan Jati diri bangsa ini dengan kesenangan dan kepentingan perut mereka yang sebenarnya akan habis sebelum mereka mati. Dan lebih berarti jika Jati diri bangsa ini di pertahankan dan bisa di nikmati oleh generasi kita nanti, Dan bukan hanya sekedar menjadi history yang menghiasi lembaran buku-buku sejarah pelajaran apabila tidak di hapus. Jadi sudah kewajiban kita untuk Segera Mengembalikannya. Dan tentunya bukan hanya tugas-tugas para pemimpin dan punggawa bangsa saja.

Lalu Bagai mana mengembalikan Jati Diri bangsa yang semakin terpuruk ini. Setelah beberapa saat yang lalu, terdengar goncangan Bom dari Apartemen Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Dan di susul Ledakan Bom mobil di muara angke dalam? rentang waktu yang begitu pendek. Sungguh memalukan Sejarah Kebesaran Jati diri bangsa ini bagaikan terhapus begitu saja. Kita juga tidak bisa menjustivikasi begitu saja pihak mana yang terlibat dalam hal ini. Tentunya ada pihak yang lebih berwewenang dan profesional dalam menanganinya.

Negara kita adalah negara yang dahulunya terkenal Ramah tamah, Punya sopan santun, kaya ragam akan budaya yang tinggi dan nusantara yang berwibawa di mata negara-negara sekitarnya. Itu dulu, Sekarang telah berubah jati diri bangsa inilah yang harus kita kembalikan.Dalam memikirkan bangsa ini, tentunya rasa nasionalisme kita harus di tinggikan. Lalu apakah kita harus muluk-muluk menjadi seorang pejantan pejuang tangguh yang mampu mengembalikan jati diri bangsa ini sendirian. Walaupun tidak harus di koordinir dengan instansi tertentu, Paling tidak kita ikut andil didalamnya. Dengan cara-cara yang paling bisa dan memungkinkan kita lakukan.? Dengan memperbaiki diri kita, lingkungan kita, masyarakat kita, sosial dan budaya kita. Dan cara berpolitik kita yang lebih arif. Saya yakin ketuuhan bangsa ini dan wibawa bangsa ini akan terus terangkat apabila di mulai dari diri kita sendiri. Percuma kalu kita menyuruh orang lain orang lain untuk berubah, tapi kita sendiri sama sekali tidak ada perubahan. Mengembalikan jati diri bangsa ini harus kita mulai dari diri kita dan keluarga kita. Karena keluarga adalah negara kecil di dalam negara. Ketika baik setiap negara kecil itu maka negara besar yang menaunginya pun akan baik.

Negara kita adalah negara yang dahulunya terkenal Ramah tamah, Punya sopan santun, kaya ragam akan budaya yang tinggi. Itu dulu, Sekarang telah berubah jati diri bangsa inilah yang harus kita kembalikan.

Bagi kita sebagai warga negara yang baik adalah ikut andil bagaimana negara ini bisa mengalami kembali masa-masa kejayaan seperti masa lampau. Seperti saat-saat keemasan majapahit, sriwijaya, kutai, dan deretan kejayaan yang membawa harum negri nusantara di mata dunia. Membentangkan nama keanekaragaman kita tentang budaya, betapa kokohnya maritim dan pertahanan kita, Betapa makmurnya pertanian kita, betapa majunya perdagangan kita. Kisah-kisah seperti itulah yang harus kita tuliskan kembali untuk kenangan dan kebanggaan generasi kita nanti. Jangan sampai masa hidup kita yang sempit ini hanya akan kita habiskan menjadi pengikut kemana arah arus membawa kita. Tapi kita harus berani menentukan arah kemana bangsa ini akan kita bawa. Mungkin memang tidaklah besar yang bisa kita perbuat tapi setidaknya ada jawaban yang akan kita ucapkan suatu saat nanti, Ketika? kita ditanya oleh penimbang amal baik kita tentang apa yang kita perbuat untuk bangsa negara dan agama kita di akhirat nanti. Dan maka dari itu saya menyadari akan hal ini, Bahwa Mengembalikan jati diri bangsa bukanlah tugas pemimpin kita semata. tapi merupakan tanggung jawab kita bersama. dan tidak hanya menjadi sekedar kontes SEO seperti yang di adakan BeritaJitu.com

Kira-kira nanti bersambung koq… jadi kalo udah baca ntar balik lagi… šŸ˜€

93 Comments

  1. Firefox 3.5.3 Windows 7

    Mengembalikan jati diri bangsa? HArus dengan kerjasama yg keras antara komponen masyarakat dan pemerintah, tp Kerja keras saja tak cukup. Sebab kerja keras saja masih berkonotasi dengan kerja yg serampangan. Tetapi juga harus dibarengi dengan kerja cerdas dan kerja ikhlas. Jika sudah berkumpul ke-tiganya, insya Allah kerjaan kita akan sukses. Jika dikaitkan dengan bangsa, tentu bangsa ini akan maju.
    Salam panas dari Banyuasin, Sum-Sel. Semangat!


  2. Firefox 3.0.10 Windows XP

    waduh bener-bener semangat ni ikutan kontes, hantam terus ya semangaaatt. kalao saya kek nya emang gak bakat di kontes SEO hiks. sudah action extra lumayan tapi makin gak jelas ae. yang terpenting bukan kemenangan akhir. tapi bagaimana kita mampu menerapkan SEO dalam meraih penghasilan dengan blog melalui bisnis online. bagaimana kita mengeruk penghasilan dan mendatangkan pengunjung sebanyak-banyak nya dari SEO. karena inilah tujuan utama SEO yang sifatnya kontinue alias terus menenerus.

    oia ditunggu sedekah komentar berkualitasnya dalam tulisan ini yaa…cheers..




  3. Author
    Firefox 3.0.8 Ubuntu

    kata-kata apa yang lebih enak mbak ajeng..?

Leave a Reply