Layar Tancep..! Sebuah hiburan yang terlupakan
January 25, 2010 at 12:15 pm | budaya, Endonesia | 22 comments
Pada jaman dahulu saat saya masih kecil. Dan saya di besarkan di perkampungan yang jauh dari hal-hal semacam hiburan selain hiburan tradisional seperti, gambus, ketoprak, wayang, dan permainan permainan anak seperti Gubak sodor, Delikan (petak umpet), serta Jalangkung.
, Bruk(kalo bahasa indonesianya apa yah..?
. Ada satu hiburan yang dulu ada bila hanya ada event-event tertentu seperti hajatan dan tujuh belasan yaitu Layar Tancep. Di sebut layar tancep karena layarnya yang di tancapkan ketanah. Dan biasanya memutar film semalam suntuk. Setelah merebaknya Bioskop dan televisi. Hiburan ini sepertinya mulai di acuhkan penggemarnya yang rata-rata dari kalangan menengah ke bawah.
Baru-baru ini persis di depan rumah tiap malam minggu yang berawal dari malam tahun kemaren. Ada seorang tetangga yang masih memiliki peralatan layar tancap. Dan di putar tiap malam minggu sampai sekarang. Sedikit memberikan warna tersendiri malam minggu dan mengobati kerinduan masa kecil. Walaupun ada yang sebagian tetangga merasa terganggu dengan keberisikanya, terutama yang memiliki bayi atau balita.
Yah layar Tancep sebuah hiburan yang sekarang mungkin jarang di temui dan sedikit terlupakan.
Bagaimana dengan anda, Masihkah inget dengan Layar tancep…?
Masih adakah layar tancep di sekitar anda..?
berkunjung saja bos,,,
nonton layar tancep kalo ga sampe pagi ga enak dh,,,kayaknya pa lagi filmnya rame2…
Mawar Film jasa penyewaan layar tancap berlokasi di Cilangkap Rt03/14 no 47 cimanggis-depok, memutar film” lama dan baru, Harga mulai 450 Ribu tergantung film yang di pesan untuk di putar, Pemutaran film mulai jam 8 malam sampai jam 4 shubuh. Cocok untuk acara hiburan hajatan pernikahan,khitan,acara warga dan lain”. Berminat Silahkan hubungi Heru 08567578319
Ada yang tau ga, dimana gue bisa sewa layar tancap ? Thanks
Ada yang tau ga, dimana gue bisa sewa layar tancap ? Thanks
owwww.. masih ada yang nyimpen peralatannya ya… salut…
.-= Sriyono Asli Semarang´s last blog ..Taman Tabanas Gombel =-.
terakhir waktu saya masih SMP kelas 2 klo g salah, setelah itu mpe sekarang udah g ada lagi….
sampai sekarang saia masih merindukan layar tancap, dimulainya saia belajar merokok di tempat itu, hingga saia belajar pacaran juga di layar tancap, kapan lagi ya..?
Sarana golek pacar hahahaha…..
Jadi inget masa kecil
Sebenarnya layar tancep bisa jadi media untuk menambah keakraban warga supaya lebih “guyub”.. terutama yg tinggal di perumahan dimana komunikasi antar warga sudah makin berkurang..
Hidup layar tancep!!!
Omagus kecilnya dimana kok ada gambus?
Omagus kecilnya dimana kok ada gambus?
di sebuah kampung pedalaman di daerah boyolali sono pak..!
saya juga masih ingat ketika diajak oleh orang tua pergi menuju lapangan terbuka untuk melihat layar tancep.tapi saat ini sudah terlindas jaman kang
Iya kayanya di kota sudah menghilang ya Om
perasaan dulu ada lagunya mas.. ayo kita nyanyi nyooook…
“Baru-baru ini persis di depan rumah tiap malam minggu yang berawal dari malam tahun kemaren. Ada seorang tetangga yang masih” Hehehehe sory Gan… Malam tahun kemaren tu malam yang kaya gimana
hihihihi
kamsudnya malam tahun baru…! kemaren..! 2010 beberapa hari yang lalu gitu loh.. (doh)
Saya sangat familiar dengan layar tancep, meski sekarang sudah nggak ada lagi.
deket rumah selalu ada tiap malam minggu pak..!
Padahal enak lho nonton layer tancep sambil makan kacang rebus….
Apalagi kalo tiba-tiba hujan.
Disitulah letak seksi nya layar tancep.
hayo kapan terakhir kali nonton layar tancep..?